Friday, May 26, 2017

Benarkah Opini Auditor Internal itu Penting?

opini audit internal

Benarkah opini auditor internal itu penting? Pertanyaan ini memang amat menggelitik sebab beropini secara umum telah menjadi bagian penting kehidupan pribadi maupun ranah profesi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak menjumpai opini di media sosial tentang baik buruknya layanan hotel dan transportasi, opini tentang menu restoran yang layak dicicipi, opini tentang canggihnya fasilitas gadget terkini serta berbagai macam opini lainnya. Saat berkumpul keluarga, kita bertukar opini masalah pribadi dengan suami, istri, orang tua, atau anak. Saat bertemu dengan rekan kerja, kita juga bertukar opini berbagai masalah pekerjaan yang kita hadapi. Opini-opini tersebut sering kita pakai sebagai dasar pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam keseharian hidup kita. Di negara kita, kebebasan beropini atau berpendapat bahkan mendapat jaminan perlindungan hukum pada level peraturan perundangan yang sangat tinggi, yaitu undang-undang dasar.

Tuesday, May 9, 2017

Critical Thinking dan Komunikasi: Kunci Sukses Auditor Intern

critical thinking & communication

Audit intern yang selalu menggaungkan dirinya sebagai pemberi masukan yang bernilai tambah bagi organisasi haruslah didukung dengan sumber daya auditor yang mumpuni. Tanpa auditor yang hebat, gaung tersebut hanya akan berhenti sebatas jargon semata. Karena itu, banyak organisasi audit intern yang menginvestasikan dana besar untuk meningkatkan kapabilitas auditornya agar menguasai dengan baik teknis operasi atau proses bisnis organisasi. Namun nyatanya, untuk menjadi auditor yang mumpuni, penguasaan teknis operasi organisasi saja tidaklah cukup.

Thursday, October 13, 2016

IIA Menerbitkan Standar Audit Internal Baru

Standar Audit Internal IIA

Kabar gembira datang dari IIA, tapi ini tidak ada kaitannya dengan kulit manggis ya! Pada bulan Oktober 2016 ini, IIA resmi merilis revisi Standar International Praktik Profesional Audit Internal (Standar) atau dikenal dengan sebutan International Standards for the Professional Practice of Internal Auditing yang mulai berlaku per Januari 2017. Perlu diketahui bahwa Standar tersebut terakhir direvisi pada tahun 2012 dan efektif berlaku sejak Januari 2013. Revisi kali ini merupakan bagian dari proyek IIA dalam menyempurnakan kerangka kerja praktik profesional audit internalnya. Tentu saja pertanyaan yang langsung muncul di benak kita adalah, “Apa yang baru dari revisi tersebut?” Namun sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu konsepsi dari Standar itu sendiri mulai dari pengertian, tujuan, serta bentuknya.

Saturday, October 1, 2016

Independensi dan Objektivitas: Konsep Suci Auditor Internal

Independensi objektivitas

Apakah ada yang meragukan judul di atas? Jika Anda adalah auditor tapi masih meragukannya, sepertinya Anda perlu menimbang kembali, masih yakin ingin terus sebagai auditor atau tidak. Jika Anda bukan auditor dan tidak sepakat pula dengan judul di atas, sepertinya Anda termasuk orang yang tidak berhak menuntut banyak terhadap hasil kerja profesi auditor. Saya termasuk yang masih yakin, konsep independensi (independence) dan objektivitas (objectivity) adalah pegangan penting auditor, tak terkecuali auditor internal. Kenapa saya menekankan pada auditor internal? Karena pada merekalah, konsep yang mesti dijunjung tinggi ini menjadi tantangan yang amat berat. 

Sebagai bagian dari manajemen, sudah pasti lebih berat bagi auditor internal untuk menilai manajemen itu sendiri. Subjek yang akan mereka hadapi adalah kawan, mitra terdekat atau bahkan pihak yang memiliki jabatan yang levelnya lebih tinggi. Auditor internal juga menjalankan dua peran sekaligus yang sebenarnya sifat pekerjaannya berpotensi bisa menimbulkan konflik batin, yaitu peran asurans (menilai) dan konsultansi (membantu). Situasi ini jelas berbeda dengan yang terjadi pada auditor eksternal. Bagaimana independensi dan objektivitas ini dimaknai dalam konteks audit internal? Apakah dengan karakteristik yang beda lantas konsep independensi dan objektivitas dalam audit internal juga berbeda dengan audit eksternal? Bagaimana pula cara mengelolanya? Kita akan coba gali lebih lanjut.

Sunday, September 25, 2016

Menelusuri Sejarah Three Lines of Defense

Three lines of defense

Belakangan ini saya sering terpapar oleh konsep baru bagi saya yang disebut three lines of defense, terutama sejak IIA menerbitkan tulisan berjudul The three lines of defense in effective risk management and control. Model ini berkaitan dengan pembagian peran dan tanggung jawab penerapan manajemen risiko dan pengendalian intern dalam organisasi. 

Secara sederhana, model three lines of defense atau tiga lini pertahanan membagi peran dan tanggung jawab manajemen risiko dan pengendalian menjadi tiga lini atau lapisan di dalam suatu organisasi. Lini pertama adalah pihak yang menjadi inti dan penanggung jawab utama operasi yang harus menjalankan tugasnya dengan memperhatikan risiko, pengendalian, regulasi, dan lingkungan. Lini kedua adalah fungsi yang memantau dan menjaga kepatuhan serta memberi masukan kepada lini pertama. Dan lini ketiga adalah fungsi audit intern yang mengecek dan menilai secara objektif lalu memberi umpan balik agar lini pertama dan kedua berfungsi sebagaimana mestinya. Pola yang hendak dibangun adalah, ketika lini pertama gagal maka diharapkan akan dideteksi atau di-back up oleh lini kedua, lalu jika lini kedua juga gagal maka akan dideteksi oleh lini ketiga.

Saturday, September 17, 2016

Luas Mana: Manajemen Risiko atau Pengendalian Intern?

Manajemen risiko - pengendalian intern

Saya yakin, Anda yang sudah menggeluti penerapan sistem pengendalian intern dan manajemen risiko organisasi pernah memiliki pertanyaan menyangkut hubungan keduanya seperti judul artikel ini. Saya pun sering ditanya mengenai hal ini. Mana yang lebih tepat, manajemen risiko sebagai bagian dari pengendalian intern atau sebaliknya? Itulah kira-kira pesan kebingungan yang tersirat dari judul di atas. Norman Marks (2013) pernah membahas masalah ini dalam artikel berjudul Is risk management part of internal control or is it the other way around? Tulisannya pendek namun menurut saya bisa menggambarkan masalahnya secara jelas. Karena itu, saya tertarik pula untuk mengulas tema ini.

Friday, September 9, 2016

Pentingnya Piagam Audit Intern (Internal Audit Charter)

Piagam Audit Intern

Auditor intern menduduki posisi yang unik dalam organisasi. Perannya dalam meyakinkan berjalannya tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern amat dibutuhkan manajemen. Pandangan objektifnya sangat dinanti oleh pimpinan tertinggi organisasi dan organ pengawas semacam dewan komisaris dan komite audit pada organisasi sektor swasta. Bisa dikatakan, posisi auditor intern sangat strategis. Ia adalah bagian dari organisasi tapi selalu dituntut independen dan objektif. Karena itu, agar berfungsi lebih efektif, unit audit intern harus memegang mandat yang jelas, yang disepakati oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) serta disetujui oleh pimpinan tertinggi dan organ pengawas organisasi. Mandat tersebut dalam best practices audit intern disebut dengan piagam audit intern (internal audit charter). Apa landasan, manfaat, dan isinya? Bagaimana pula ia dibuat?

Sunday, September 4, 2016

Inilah Konsep Dasar Control Self-Assessment (CSA)

Konsep CSA

Tahukah Anda tentang konsep control self-assessment (CSA)? Konsep ini ada kaitannya dengan sistem pengendalian intern organisasi. Konon, munculnya konsep tersebut bukan merupakan suatu kesengajaan. Ide CSA pertama kali muncul dari perusahaan minyak dan gas Gulf Canada pada tahun 1987. Pada era tersebut, perusahaan yang diakuisisi oleh ConocoPhillips tahun 2001 ini mengalami kegalauan terhadap fungsi audit internnya. Kegalauan terjadi lantaran hasil audit intern tak mampu menjawab masalah perusahaan yang dihadapkan pada situasi persaingan ketat dalam pengilangan, pemasaran dan distribusi produk-produk minyak bumi kala itu. Selain itu, ada saja kecurangan yang dilakukan jajaran manajemen level atas walaupun hasil audit menunjukkan bahwa pengendalian (control) berjalan baik.