Sunday, April 10, 2016

Merangkai Istilah Teknis Audit

Tags

Memahami istilah-istilah teknis dalam audit rasanya gampang-gampang susah. Seringkali kita mengartikannya tertukar antara satu istilah dengan istilah lainnya. Yang paling diingat pokoknya semuanya diakhiri dengan kata audit, entah apalah kata depannya. Gambar di bawah ini menunjukkan keterkaitan beberapa istilah audit yang sering dipakai. Meskipun tidak menggambarkan seluruh istilah yang dipakai dalam audit, minimal istilah-istilah dasar yang sering dibaca atau didengar terlihat di dalam gambar ini. Semoga dengan melihatnya, Anda akan menjadi lebih mudah memahami istilah audit, bukan jadi tambah bingung. Bagi Anda yang sudah pakar, ya memang hanya begitu saja. Jika Anda mengenal istilah yang berbeda, semoga bisa dicari padanannya di gambar ini.

istilah teknis audit


Saya mencoba menggambarkan keterkaitan antar istilah audit itu dengan model himpunan. Gampangnya, istilah yang letaknya berada di dalam kotak istilah yang lebih besar berarti merupakan bagian dari kotak yang lebih besar tersebut. Jadi, teknik audit merupakan bagian dari langkah audit, lalu langkah audit merupakan bagian dari prosedur audit dan prosedur audit menjadi bagian dari program kerja audit. Begitu seterusnya. Seperti teringat pelajaran jaman SD dulu ya? 

Sekarang mari kita cermati satu demi satu. Kita pahami gambar mulai dari kotak program kerja audit. Program kerja audit merupakan sarana bagi auditor untuk menuangkan kegiatan perencanaan per penugasan audit (perencanaan audit secara mikro). Program kerja audit dirancang untuk menjawab empat pertanyaan pokok yaitu: (1) apa yang ingin dicapai dari audit; (2) bagaimana cara mencapai tujuan audit; (3) siapa yang melakukan; dan (4) bagaimana alokasi waktunya. Jika kembali ke gambar, terlihat bahwa program kerja audit terdiri dari dua besaran yaitu tujuan audit dan prosedur audit. Tujuan audit adalah sasaran yang ingin dicapai dari audit, yaitu untuk menjawab pertanyaan (1). Selanjutnya prosedur audit adalah kumpulan urutan langkah kerja yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti yang dapat mencapai tujuan audit. Masing-masing langkah kerja di dalam prosedur audit harus jelas siapa penanggung jawab kerja berikut target waktu yang dialokasikan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, prosedur audit secara keseluruhan berfungsi untuk menjawab pertanyaan (2), (3), dan (4). Kembali ke gambar, kita lihat di dalam langkah kerja terdapat teknik audit, yaitu cara-cara untuk memperoleh bukti audit. Jadi langkah kerja merupakan kumpulan dari berbagai teknik audit sesuai dengan karakteristik bukti yang hendak diperoleh. 

Berikut ini dijelaskan beberapa contoh teknik audit yang umum dipakai:
  • Observasi: melihat atau menyaksikan suatu objek secara hati-hati dan kontinu selama kurun waktu tertentu untuk membuktikan suatu keadaan atau masalah. Biasanya dilakukan dari jarak jauh dan tanpa disadari oleh pihak yang diobservasi.
  • Inspeksi: memeriksa secara teliti atau mendalam atas dokumen, catatan, atau objek berwujud dan biasanya dilakukan secara mendadak.
  • Opname: melakukan pemeriksaan fisik dengan menghitung jumlah, menilai kondisi, membandingkan dengan yang semestinya, dan mencari sebab perbedaan jika ada.
  • Scanning: penelaahan secara cepat untuk menemukan hal yang tidak lazim dalam data/dokumen.
  • Footing dan cross footing: menguji kebenaran perhitungan/penjumlahan vertikal atau horizontal.
  • Rekonsiliasi: mencocokkan dua data yang terpisah mengenai hal sama yang dikerjakan unit yang berbeda.
  • Tracing: menelusuri penanganan transaksi dari bukti, menuju pencatatan/buku dan penyajian informasi dengan tujuan untuk menguji kelengkapan
  • Vouching: menelusuri penanganan transaksi dari buku dan penyajian informasi, menuju bukti dengan tujuan menguji validitas.
  • Prosedur analitis: mempelajari dan membandingkan data yang memiliki hubungan. Prosedur ini mencakup perhitungan dan penggunaan rasio sederhana, analisis vertikal atau laporan perbandingan, perbandingan antara jumlah sesungguhnya dengan data historis atau anggaran, dan penggunaan model matematika dan statistika seperti analisis regresi.
  • Konfirmasi: mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber independen di luar unit yang diperiksa. Biasanya permintaan konfirmasi dilakukan melalui pihak yang diperiksa namun jawabannya diberikan langsung kepada auditor.
  • Inquiry (permintaan keterangan): mengajukan pertanyaan secara lisan atau tertulis kepada sumber-sumber internal pihak yang diaudit ataupun kepada pihak luar yang dipandang kompeten. Hasilnya bukti lisan maupun bukti pernyataan tertulis.
  • Reperformance: melakukan atau mengerjakan ulang atas perhitungan, rekonsiliasi, atau beberapa aspek dalam proses transaksi tertentu yang telah dilakukan oleh pihak yang diaudit. Tujuannya untuk memastikan kesesuaian praktik dengan prosedur dan kebijakan yang telah ditetapkan.
Selanjutnya kita cermati gambar dengan latar warna ungu. Di dalam gambar terlihat tanda panah yang menghubungkan teknik audit ke bukti audit lalu ke kesimpulan audit. Artinya pada tahap pelaksanaan audit, auditor menerapkan teknik-teknik audit yang telah dirancang pada tahap perencanaan untuk memperoleh bukti audit. Teknik audit yang dilaksanakan harus relevan dengan bukti yang ingin diperoleh. Auditor dapat menyesuaikan teknik audit yang dikerjakan bila kondisi di lapangan berbeda dengan asumsi perencanaan. Tentunya penyesuaian tersebut harus melalui mekanisme persetujuan dan supervisi. Bukti audit merupakan seluruh media informasi yang digunakan oleh auditor untuk mendukung argumentasi, pendapat atau kesimpulan dan rekomendasinya. Bukti yang diperoleh harus cukup dan andal agar auditor mampu membuat suatu kesimpulan audit yang tepat berkenaan dengan tingkat kesesuaian antara kondisi dengan kriteria.

Kotak terbesar dalam gambar tersebut adalah kertas kerja audit. Kertas kerja meliputi seluruh program kerja audit, bukti audit dan kesimpulan hasil audit yang dikumpulkan oleh auditor menjadi satu kesatuan dan diindeks secara sistematis. Inilah dokumentasi audit yang harus disimpan oleh auditor untuk dapat dilihat kembali apabila diperlukan di masa yang akan datang, misalnya untuk evaluasi, pembelajaran, atau alat bertahan bila ada yang mempertanyakan pekerjaan auditor.

Kesimpulan
  • Program kerja audit merupakan perumusan tujuan audit dan prosedur audit untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Tujuan audit merupakan sasaran yang ingin dicapai dari audit.
  • Prosedur audit merupakan kumpulan langkah kerja audit.
  • Langkah kerja audit merupakan kumpulan teknik audit.
  • Teknik audit merupakan cara-cara untuk memperoleh bukti audit.
  • Bukti audit merupakan media pendukung kesimpulan audit yang diperoleh melalui pelaksanaan teknik audit.
  • Kesimpulan audit merupakan penilaian auditor terhadap kesesuaian kondisi dengan kriteria berdasarkan bukti audit yang relevan dan memadai.
  • Kertas kerja audit merupakan dokumentasi semua hal di atas.

Penikmat kedamaian, kenyamanan, dan kemapanan. Juga pemerhati praktik governance, risk, control, audit, akuntansi, dan manajemen sektor publik.

Google
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Silakan berkomentar melalui kolom berikut ini.